a
University Club, Gadjah Mada University

DEFINIT actively takes part in suppporting Indonesia social development through trainings, workshops, seminars, and dialogues. One of which is through organizing National Seminar on the Concept of Nationality on “Developing Social Solidarity Cadres that Represent Indonesian Characters” which was organized by DEFINIT in cooperation with Ministry of Social Affair of Republic of Indonesia, Alumni Career Support System Universitas Gadjah Mada (ACSS UGM), Youth Organization (Karang Taruna) of Special Region of Yogyakarta Province (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta), Center for Policy and People Empowerment (CPPE), Lantana Camara, and WISH. The event was carried out at University Club, Gadjah Mada University, as one of the events in the commemoration of Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) – National Social Solidarity Day – which for this year commemoration is centered in DIY Province.

Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan secara umum bertujuan sebagai berikut:

1. Menciptakan kader kesetiakawanan sosial yang berkarakter Indonesia, yang memahami wawasan kebangsaan, persatuan, kesatuan, dan kepedulian sosial yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
2. Melahirkan kader-kader yang siaga membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan sosial, bencana, dan kemasyarakatan; dan
3. Melahirkan kader-kader yang mampu berperan menjadi pemimpin dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekonomi dan kesejahteraan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya masyarakat miskin.

Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan dihadiri oleh pejabat pemerintahan, perwakilan legislatif (DPRD), praktisi sosial, pelajar, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), kader Karang Taruna, berbagai organisasi kepemudaan, kalangan perguruan tinggi/mahasiswa/akademisi, mass media, dan masyarakat umum. Para peserta yang hadir diharapkan dapat melakukan diseminasi informasi yang diperoleh dari seminar kepada pihak-pihak terkait dan dapat menjadi kader-kader penggerak kesetiakawanan sosial di masyarakat.

Seminar Nasional diawali dengan penyampaian harapan oleh GKR Pembayun sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi DIY. Beliau berharap agar acara ini dapat menjadi awal dari sebuah gerakan kesetiakawanan sosial yang kontekstual berbasis Pancasila dan berkelanjutan. Setelah itu, Seminar Nasional dibuka oleh Rektor UGM, Prof. Dr. Ir. Sudjarwadi, M. Eng. Hadir sebagai keynote speaker adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menyampaikan pentingnya kesetiakawanan sosial dalam membangun negara yang sejahtera.

Acara Seminar Nasional kemudian dilanjutkan dengan format paparan dan diskusi interaktif oleh dua narasumber yang memiliki perhatian besar pada pembangunan karakteristik bangsa, yaitu Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp. A (K) (Guru Besar UGM) dan Dr. (H.C.) Siswono Yudohusodo (Pengusaha dan Anggota DPR) dengan moderator Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, M. EcKedua narasumber memberikan input dan wawasan tentang kebijakan-kebijakan nasional dalam pembangunan sosial yang diharapkan dapat menjadi insprasi bagi kader-kader bangsa dan para peserta yang hadir dalam memupuk jiwa kesetiakawanan sosial berkarakter Indonesia. Pada sesi diskusi, peserta bertukar pemikiran dengan para narasumber dan menyampaikan gagasan atau ide terkait upaya menumbuhkembangkan rasa kesetiakawanan sosial yang dapat mendorong pembangunan sosial bangsa Indonesia sehingga dapat menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat.

Rangkuman hasil Seminar Nasional disajikan dalam dokumen terpisah