Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami



 Dinamika Pembangunan Daerah

 di Indonesia

Pembangunan daerah di Indonesia dan dinamikanya merupakan topik yang sangat menarik untuk dibahas. Indonesia terdiri atas wilayah kepulauan dengan karakteristik daerah yang berbeda-beda. Hal ini berpotensi pada terjadinya kompleksitas pembangunan antardaerah yang akan mengakibatkan tidak meratanya hasil-hasil pembangunan di daerah.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah perlu adanya sinergi antara para pelaku pembangunan yang terdiri atas masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. 

Pemerintah merupakan salah satu motor penggerak pembangunan. Peran pemerintah sangat besar dalam pelaksanaan proses pembangunan. Secara umum, proses pembangunan di Indonesia dapat dibagi menjadi pembangunan pada masa Orde Baru dan pembangunan masa Reformasi. Proses pembangunan pada masa Orde Baru cenderung sentralistik, sementara proses pembangunan pada masa reformasi cenderung desentralistik. 

Pembangunan di Indonesia pada saat ini sedang mengalami proses perubahan, yaitu dari sistem yang cenderung sentralistik menjadi sistem yang lebih desentralistik. Sistem pemerintahan sentralistik lebih menekankan peran pemerintah pusat dalam menentukan arah dan semua aspek dalam pembangunan Indonesia. Sistem yang sentralistik tersebut pada awalnya berkontribusi pada keberhasilan proses pembangunan di Indonesia. Berbagai indikator pembangunan seperti angka pertumbuhan ekonomi, angka pendapatan perkapita, nilai ekspor, dan hasil pembangunan infrastruktur menunjukkan kinerja yang bagus. Angka rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan pernah mencapai kurang lebih 7,7 persen pertahun pada kurun waktu tahun 1971-1981 (Hill, 1996). Hal ini telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negaraemerging market di Asia. 

Namun demikian, krisis ekonomi pada tahun 1997-an yang dialami sebagian negara-negara di Asia termasuk Indonesia memperlihatkan berbagai kekurangan dari sistem sentralistik dalam menggerakkan proses pembangunan di Indonesia. Berbagai studi menunjukkan bahwa pembangunan di Indonesia belum seperti yang diperlihatkan oleh angka-angka statistik, terdapat ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dan non-Jawa. Pembangunan infrastruktur, yang menjadi katalisator pembangunan, hanya terjadi di Pulau Jawa sehingga pembangunan menjadi sangat tersentralistik ke pulau Jawa. Oleh karena itu, sistem pemerintahan Indonesia kemudian beralih secara mendadak dari sistem sentralistik menjadi sistem pemerintahan yang lebih desentralistik (proses Big Bang).

Sistem pemerintahan desentralistik adalah sistem pemerintahan yang mengedepankan peran daerah dalam melaksanakan pembangunan. Sistem tersebut juga menempatkan pemerintah daerah sebagai aktor penting dalam mendorong dan menggerakkan arah pembangunan di Indonesia sehingga pemerintah daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam menggerakkan pembangunan daerah. Seiring dengan pemberian kewajiban yang lebih besar tersebut, pemerintah daerah juga diberikan hak dan kewenangan yang lebih besar dalam mengelola daerahnya (termasuk pengelolaam kekayaan alam dan keuangan daerah). Kewajiban, hak, dan kewenangan daerah dalam mengelola daerahnya secara mandiri kemudian disebut sebagai otonomi daerah. 

Pembangunan daerah menjadi salah satu topik penting dan menarik untuk dibahas karena beberapa hal. Pertama, ujung tombak pembangunan Indonesia saat ini berada di daerah (khususnya pada level kabupaten dan kota). Kedua, otonomi daerah menuntut adanya perbaikan kualitas pembangunan. Ketiga, daerah di Indonesia memiliki karakteristik yang beraneka ragam sehingga pembangunan daerah juga akan memiliki karakteristik pembangunan yang berbeda-beda. Buku “Dinamika Pembangunan Daerah di Indonesia” akan mencoba membahas dan mengevaluasi bagaimana pelaksanaan pembangunan daerah di Indonesia baik dalam sistem pemerintahan yang sentralistik maupun desentralistik. Berbagai isu strategis, pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan program-program pemerintah, maupun strategi untuk sukses akan memperkaya isi buku. 

Buku ini ditujukan untuk pihak-pihak yang terkait maupun berminat dengan pembangunan daerah, misalnya pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam pembahasan pembangunan daerah di Indonesia maupun sebagai informasi dasar bagi para pengambil keputusan di daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di daerahnya. Selain itu, buku ini diharapkan dapat memberikan perkembangan terbaru tentang praktek-paktek dari upaya dan strategi pemerintah untuk meningkatkan pembangunan daerah.

Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami | Beranda | Tentang DEFINIT | Layanan Kami | Partner | Dashboard & Data
Video | Publikasi | Karir | Pelatihan | Penelitian | Konsultansi


Copyright DEFINIT, All Rights Reserved