Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami


LAYANAN KAMI


DEFINIT merupakan suatu lembaga yang bergerak secara global di bidang Penelitian, Konsultansi, dan Pelatihan. Kami memiliki keahlian di bidang pembangunan dan keuangan (termasuk keuangan daerah), sistem peringatan dini untuk krisis ekonomi, monitoring dan pengawasan krisis, perumusan kebijakan berbasis teknologi canggih, business intelligence, ekonomi, perbankan, dan tata kelola (good governance). Kami mempunyai pengalaman bekerja sama dengan berbagai lembaga, baik lembaga internasional maupun nasional. Selain itu, kami bekerja secara profesional dan berdedikasi tinggi untuk memberikan kualitas pelayanan yang terbaik (par excellence).





 Pekerjaan Konsultasi
   
C Kajian Kemampuan Permodalan Perbankan Indonesia Dalam Menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
  Upaya peningkatan ketahanan, daya saing, dan efisiensi industri perbankan nasional merupakan hal yang krusial untuk menghadapi dinamika regional dan global. Upaya tersebut dapat dilakukan di antaranya dengan penataan cakupan kegiatan usaha yang disesuaikan dengan kapasitas permodalan bank. Selain itu, sektor perbankan Indonesia juga menghadapi tantangan yang semakin besar di tahun 2016, yaitu pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau penerapan pasar tunggal dalam perekonomian regional ASEAN. selengkapnya »
   
C Toyota - Market Research Kepemilikan Mobil dan Minat Corporate Social Responsibility (CSR)
  Industri otomotif merupakan industri yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Indonesia dalam berbagai aspek, termasuk aspek ekonomi dan sosial. Dalam aspek ekonomi, industri otomotif berperan dalam meningkatkan pendapatan negara berupa pajak. Dalam aspek sosial, industri otomotif meningkatkan proses transfer ilmu dan teknologi pada masyarakat. Penyerapan tenaga kerja dari industri otomotif juga dalam jumlah yang cukup besar. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan industri otomotif rata-rata telah mencapai 6,5 persen (www.gaikindo.or.id). Selain itu, perkembangan jenis dan merek mobil menjadi pendorong bagi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. selengkapnya »
   
C Baseline Data Collection KUBE PKH
  Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan transfer dana dengan syarat rumah tangga penerima mengakses layanan pendidikan dan kesehatan tertentu. Sebagai pilot project, PKH dilaksanakan di tujuh provinsi. Diharapkan cakupan program ini mencapai 3,2 juta rumah tangga di seluruh provinsi di Indonesia. selengkapnya »
   
C Survei Neraca Rumah Tangga 2013
  Stabilitas sistem keuangan suatu negara tidak hanya dipengaruhi oleh sektor riil dan sektor pemerintah. Stabilitas sistem keuangan suatu negara juga dipengaruhi oleh sektor rumah tangga. Pengaruh sektor rumah tangga dapat berupa masuknya aliran dana ke sektor keuangan maupun berupa permintaan dana berupa kredit. Rumah tangga dalam kondisi neraca yang surplus akan dapat mengalokasikan kelebihan dana yang dimiliki ke dalam berbagai bentuk akumulasi aset, termasuk disimpan dalam bentuk tabungan di lembaga keuangan perbankan. Dalam kondisi defisit, rumah tangga akan mencari sumber pembiayaan, dengan melakukan pinjaman kepada sektor perbankan. selengkapnya »
   
C Survei Neraca Rumah Tangga 2012
  Sektor rumah tangga memiliki peranan yang penting dalam perekonomian serta memiliki pengaruh yang besar terhadap stabilitas sistem keuangan. Pengaruh sektor rumah tangga terhadap sistem keuangan tersebut dapat dilihat dari kualitas aset bank yang berupa kredit kepada rumah tangga. selengkapnya »
   
C Survei Neraca Rumah Tangga 2011
  Survei Neraca Rumah Tangga (SNRT) 2011 dilaksanakan sebagai salah satu langkah pengawasan Bank Indonesia terhadap risiko-risiko di tingkat rumah tangga yang dapat berpengaruh pada stabilitas sistem keuangan di Indonesia. selengkapnya »
   
   
C Nomor Indentitas Keuangan
  Program inklusi keuangan memegang peranan yang penting dalam pengentasan kemiskinan, terutama di negara berkembang. Program inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membantu rumah tangga/perusahaan menurunkan fluktuasi pendapatan mereka (income smooting), memperluas peluang investasi, dan melindungi rumah tangga dari terjadinya guncangan (shocks) dan kejadian yang tak terduga. selengkapnya »
   
C Evaluasi Penyediaan Produk TabunganKu bagi Nasabah TabunganKu dan Nasabah Potensial
  Menurut Survei Neraca Rumah Tangga yang dilakukan oleh Bank Indonesia di 10 provinsi di Indonesia pada tahun 2010, hanya terdapat sekitar 34,72% rumah tangga di Indonesia yang memiliki tabungan di lembaga perbankan. selengkapnya »
   
 

 Pekerjaan Penelitian
   
C Survei "Perempuan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia"
  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan bagian penting bagi pertumbuhan sosial ekonomi dari sebuah negara. Di Indonesia, sektor UMKM juga berkontribusi secara signifikan terhadap ketenagakerjaan dan pendapatan. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia, UMKM di Indonesia berkontribusi hampir 58 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) riil pada tahun 2012. Rekening UMKM berjumlah lebih dari 97 persen dari total ketenagakerjaan pada tahun 2012. Walaupun memiliki kontribusi yang tinggi pada ketenagakerjaan, banyak UMKM yang menghadapi kesulitan untuk bertumbuh dan mengembangkan usaha mereka menjadi usaha yang besar. selengkapnya »
   
C Survei Perlindungan Konsumen:
"Dampak Pemberlakukan Peraturan OJK tentang Perlindungan Konsumen Terhadap Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan"
  Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam pengembangan produk keuangan yang kompleks (complex financial products). Instrumen keuangan menjadi lebih canggih (sophisticated). Perkembangan tersebut perlu diiringi dengan peningkatan perhatian tentang perlindungan konsumen sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga independen yang bertanggung jawab dalam pengawasan aktivitas jasa sektor keuangan di Indonesia merupakan pihak yang diamanatkan untuk mengatur regulasi tentang perlindungan konsumen sektor jasa keuangan di Indonesia. selengkapnya »
   
C Keterkaitan Antara Variabel Makro Ekonomi Dengan Variabel Inklusi Keuangan
  Inklusi keuangan merupakan sebuah proses yang menjamin seluruh lapisan masyarakat dalam hal ketersediaan, penggunaan, dan kemudahan akses terhadap layanan keuangan formal (Sarma, 2008). Berdasarkan data Global Findex (2015), Indonesia termasuk negara yang memiliki tingkat inklusi keuangan yang rendah, yaitu 20-39 persen. Apabila dilihat dari segi kepemilikan tabungan, data Survei Neraca Rumah Tangga (SNRT) tahun 2011 oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa persentase masyarakat Indonesia yang memiliki tabungan di lembaga keuangan bank hanya sebesar 43,57 persen. Sementara itu, akses masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pinjaman juga masih rendah, yaitu hanya 19,58 persen masyarakat Indonesia yang memiliki utang ke lembaga keuangan bank (Bank Indonesia, 2011). selengkapnya »
   
C Kebijakan Penetapan Tarif Transaksi Bagi Pengguna Jasa Sistem Pembayaran
  Efektivitas dan kelancaran perekonomian suatu negara sangat dipengaruhi oleh sistem pembayaran yang dimiliki negara tersebut. Sistem pembayaran adalah suatu sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme untuk memindahkan dana dalam rangka memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Komponen sistem pembayaran terdiri dari alat pembayaran, mekanisme kliring sampai dengan settlement; dan lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan sistem pembayaran. Lembaga dalam sistem pembayaran ini bukan hanya lembaga keuangan bank, namun juga lembaga keuangan selain bank, lembaga bukan bank penyelenggara transfer dana, perusahaan switching dan bank sentral. selengkapnya »
   
C Survei Baseline dan Komprehensif untuk Individu dan Rumah Tangga
  Akses terhadap sistem keuangan formal dapat menjadi katalis pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kepemilikan aset rumah tangga. Namun demikian, Global Financial Inclusion Index menunjukkan bahwa hanya 50 persen penduduk dewasa yang memiliki rekening individu atau rekening bersama dan lebih dari 1,5 miliar penduduk dewasa tidak memiliki rekening formal dan akses ke produk-produk keuangan dasar. Hasil Survei Neraca Rumah Tangga (SNRT) 2011 yang dilakukan oleh Bank Indonesia mengindikasikan kesimpulan yang serupa untuk kasus Indonesia. Hanya 43,57 persen rumah tangga yang disurvei memiliki rekening tabungan di bank. Secara khusus, jumlah rumah tangga yang memiliki pinjaman di bank sangat rendah, yaitu hanya 19,58 persen. selengkapnya »
   
C Literasi Keuangan dan Utilitas Keuangan
  Upaya peningkatan literasi keuangan pada awalnya dilakukan di negara maju. Namun saat ini, negara-negara berkembang juga telah mulai memfokuskan kebijakan pada peningkatan literasi keuangan dan penyediaan akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu penyebab hal tersebut adalah semakin meningkatnya kesadaran bahwa pemahaman keuangan yang rendah akan memiliki implikasi tidak hanya terhadap individu, namun juga terhadap perekonomian secara keseluruhan. Peningkatan literasi keuangan akan mendorong terwujudnya sistem keuangan yang lebih stabil dan mendorong perilaku yang lebih berhati-hati (prudent) sehingga mengurangi kerentanan keuangan. selengkapnya »
   
C Pembiayaan dan Sarana Penerapan Lainnya dalam Konteks Pasca - Gambaran Kondisi Indonesia (Financing and Other Means of Implementation In The Post-2015 Context - Indonesia's Country Illustration)
  Salah satu ciri perekonomian Indonesia adalah dominannya sektor informal yang mayoritas merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor UMKM Indonesia menyumbang 57,9 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 97,2 persen angkatan kerja. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM tersebut tidak memiliki akses keuangan yang memadai. Produk keuangan dan investasi yang dimiliki oleh UMKM umumnya merupakan produk keuangan dan produk investasi tradisional. selengkapnya »
   
C Survei Baseline: Porfofolio Investasi UMKM Rumah Tangga Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Penggunaan Produk Lembaga Jasa Keuangan
  Salah satu ciri perekonomian Indonesia adalah dominannya sektor informal yang mayoritas merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor UMKM Indonesia menyumbang 57,9 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 97,2 persen angkatan kerja. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM tersebut tidak memiliki akses keuangan yang memadai. Produk keuangan dan investasi yang dimiliki oleh UMKM umumnya merupakan produk keuangan dan produk investasi tradisional. selengkapnya »
   
C Survei Anggota Koperasi Simpan Pinjam di Indonesia
  Menurut BPS (2013), terdapat 55,8 juta usaha kecil, dan menengah (UKM) di Indonesia. Namun, sampai dengan saat ini UKM masih sulit untuk berkembang dimana Kurangnya pendanaan menjadi alasan utama sulitnya perkembangan UKM ini. Sebagian besar pendanaan UKM berasal dari insititusi keuangan. Untuk dapat tumbuh cepat, UKM perlu untuk dapat memperoleh akses yang lembaga keuangan yang lebih besar. selengkapnya »
   
C Indeks Keuangan Inklusif: Perbaikan, Penyusunan, dan Simulasi
  Inklusi keuangan merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Inklusi keuangan yang rendah menunjukkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam jasa keuangan formal. Peningkatan tingkat inklusi keuangan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi keuangan melalui peningkatan partisipasi masyarakat terhadap jasa keuangan formal. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. selengkapnya »
   
C Membangun Index Literasi Keuangan Indonesia
  Dalam beberapa tahun terakhir, isu mengenai literasi (pengetahuan) keuangan telah menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah dan lembaga keuangan di Indonesia. Terdapat kekhawatiran bahwa konsumen cenderung kurang memahami konsep keuangan dan tidak memiliki pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan. Dengan adanya peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada kestabilan sistem keuangan dan mengurangi kerentanan dalam sistem keuangan. selengkapnya »
   
C Model Sikus Bisnis: Coincident Economic Indicator dan Leading Economic Indicator
  Stabilitas makroekonomi dan kesehatan sektor perbankan mempunyai keterkaitan erat. Keterkaitan tersebut mengarah pada dua kemungkinan, yaitu (i) ketidakstabilan dalam ekonomi makro dapat menyebabkan ketidakstabilan di sektor perbankan dan (ii) ketidakstabilan di sektor perbankan dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam ekonomi makro. Terkait dengan hal ini, International Monetary of Fund (IMF) pada tahun 1998 melakukan survei terhadap 53 negara, baik negara industri maupun negara berkembang, dan berhasil mengidentifikasi 54 krisis perbankan sepanjang tahun 1975 hingga 1997. Sebagian besar krisis perbankan tersebut disertai dengan kemerosotan ekonomi makro (resesi), dengan persentase sebesar 82 persen dari sampel observasi. Kondisi tersebut cenderung lebih sering dialami oleh negara berkembang. Lebih lanjut, bukti empiris tersebut juga menunjukkan bahwa ketidakstabilan pada umumnya dimulai dari ketidakstabilan ekonomi makro dan menjalar ke sektor perbankan. Ketidakstabilan di sektor perbankan pada gilirannya akan kembali memperparah ketidakstabilan yang telah terjadi pada ekonomi makro. selengkapnya »

C Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Likuiditas Rumah Tangga di Indonesia: Studi Empiris dengan Data Survai Neraca Rumah Tangga
  Tingkat likuiditas suatu perekonomian berpengaruh terhadap stabilitas makro dan keuangan perekonomian. Likuiditas yang berlebihan dapat memicu peningkatan inflasi, namun tingkat likuiditas yang sangat rendah juga dapat menyebabkan shocks dalam perekonomian. selengkapnya »
   
C Pembuatan Model Banking Pressure Index
  Kesehatan sektor keuangan merupakan sebuah syarat penting bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Apabila sektor keuangan dapat berfungsi dengan baik, maka sektor keuangan, dimana salah satunya adalah sektor perbankan, akan dapat menyalurkan dana dari pihak yang surplus kepada pihak yang membutuhkan dana untuk digunakan dalam kegiatan produktif. selengkapnya »
   
C Penelitian tentang Pengelolaan Utang
  Mayoritas utang Indonesia adalah utang jangka menengah. Perbandingan data internasional menunjukkan, bahwa mayoritas utang di negara sedang berkembang adalah utang jangka panjang. selengkapnya »
   
C Model Markov Switching
  DEFINIT memiliki ekspertis dan keungulan karena metoda riset dan pengujian yang canggih dan selalu berusaha untuk memberikan konsultansi dan rekomendasi kebijakan yang berdasarkan hasil riset yang solid dan akurat kepada klien. selengkapnya »
   
   
 

 Pekerjaan Pelatihan
 
C Time Series and Panel Data for Practicioners
  Time Series and Data Panel for Practitioners Training didesain untuk membantu peserta dalam mengelola, mengolah, dan menganalisis data untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat dan memformulasikan rekomendasi kebijakan yang aplikatel.

Peserta akan dibekali bagaimana menerjemahkan informasi yang mereka miliki menjadi strategi yang praktis dan sesuai dengan dunia nyata sehingga dapat memberikan keunggulan yang konkret.
selengkapnya »
   
C Silaturahmi Gerakan Pendampingan Akses Keuangan di Daerah Perdesaan
  DEFINIT menyelenggarakan “Silaturahmi Gerakan Pendampingan Akses Keuangan di Daerah Perdesaan” di kantor DEFINIT, dengan mengundang pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Yogyakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yogyakarta, Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Yogyakarta, dan pemerhati pemberdayaan UMKM. Acara tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi antarlembaga dan pihak yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat dan UMKM di Yogyakarta. Diharapkan melalui acara tersebut, akan terjalin kerjasama dan sinergi yang lebih baik antarlembaga, sehingga berdampak luas dan bermanfaat bagi masyarakat dan UMKM. selengkapnya »
   
C Workshop: Membangun Ekonomi Rakyat: Terobosan Inovatif dalam Kepemimpinan dan Pengembangan Ekonomi Lokal
  DEFINIT bekerjasama dengan Dashboard Ekonomika Kerakyatan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (DEK FEB UGM), Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), dan IBM menyelenggarakan workshop Membangun Ekonomi Rakyat: Terobosan Inovatif dalam Kepemimpinan dan Pengembangan Ekonomi Lokal di Auditorium Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. selengkapnya »
   
C Pelatihan Metoda Kuantitatif untuk Pengambilan Keputusan (MKPK)
  DEFINIT secara regular menyelenggarakan program pelatihan dan peningkatan kapasitas (capacity building) untuk para pengambil kebijakan. selengkapnya »
   
C Seri Pelatihan Manajemen Keuangan Publik
  DEFINIT secara regular menyelenggarakan program pelatihan dan peningkatan kapasitas (capacity building) untuk para pengambil kebijakan. Salah satu program tersebut adalah Pelatihan Manajemen Keuangan Publik (MKP). selengkapnya »
   
C Managing Global Governance di Asia (MGG)
  DEFINIT, bekerja sama dengan BMZ , GIZ , DIE , dan Bank Indonesia , dengan bangga menyelenggarakan Workshop Managing Regional and Global Governance (MRGG) untuk pertama kalinya di Asia, dengan tema “Managing Regional and Global Governance in Asia: Opportunities and Challenges for the ASEAN Economic Community (AEC)”. selengkapnya »
   
C Dialog antara Pemerintah Daerah dan DPRD
  DEFINIT memiliki kepedulian untuk memajukan pemerintahan daerah dan turut berperan aktif dalam proses peningkatan kapasitas Pemda dan DPRD selaku pengambil keputusan di daerah melalui kegiatan pelatihan, workshop, seminar, dan dialog. selengkapnya »
   
C Dialog Strategis Pengambilan Kebijakan Mewujudkan Target MDGs 2015
  Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals-MDGs) pada tahun 2015 merupakan salah satu bentuk komitmen masyarakat dunia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di setiap negara. selengkapnya »
   
C Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan: Membangun Kader Kesetiakawanan Sosial Berkarakter Indonesia
  DEFINIT secara aktif turut serta dalam mendorong pembangunan sosial bangsa Indonesia melalui pelatihan, workshop, seminar, dan dialog. selengkapnya »
   
C Seminar Nasional Rakyat Mencari Pemimpin
  Seminar Nasional “Rakyat Mencari Pemimpin” dalam rangka menyambut hari Kelahiran Pancasila telah diselenggarakan di The Rich Jogja Hotel. Acara yang berhasil terselenggara atas kerja sama panitia bersama antara Pemda DIY, UGM, Karang Taruna, KNPI, CPPE, dan DEFINIT. selengkapnya »
   
   
 
 

Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami | Beranda | Tentang DEFINIT | Layanan Kami | Partner | Data & Dashboard
Video | Publikasi | Karir | Pelatihan | Penelitian | Konsultansi


Copyright DEFINIT, All Rights Reserved