Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami

 
Pekerjaan Konsultansi DEFINIT
 
C Dorongan dan Batasan untuk Mengadopsi Standar Berkelanjutan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Permintaan akan Keuangan
  DEFINIT ditunjuk oleh DIE (German Development Institute, lembaga think-tank terkemuka Jerman) dan GPFI (Global Partnership for Financial Inclusion) untuk melakukan studi ini. Studi ini membahas motivasi dan hambatan untuk mengadopsi standar berkelanjutan (sustainable standards) pada UKM terkait dengan Global Value Chains (GVCs) dan permintaan akan keuangan. Studi ini didukung oleh lima studi kasus negara di Brasil, Cina, India, Indonesia dan Afrika Selatan yang disintesiskan menjadi studi bersama oleh DIE. Substansi studi ini kemudian dimasukkan sebagai bab kontekstual ke dalam studi stocktaking IFC tentang "Memanfaatkan Layanan Keuangan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Rantai Nilai Global/Global Value Chains (GVCs) Berkelanjutan". Subkelompok Keuangan UKM di GPFI telah menjadikan studi stocktaking ini sebagai suatu capaian/target di bawah kepemimpinan G20 Jerman. selengkapnya »
   
C Studi Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Inklusif di Indonesia
  Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa persentase dan jumlah penduduk miskin Indonesia mengalami penurunan, yaitu dari 11,47% (28 juta orang) pada September 2013 menjadi 10,70% (27 juta orang) pada September 2016. Namun, tingkat ketimpangan di Indonesia mengalami peningkatan. Rasio Gini Indonesia meningkat secara konsisten dari 0,33 pada tahun 2002 menjadi 0,40 pada tahun 2016. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan akses pada jasa keuangan merupakan salah satu cara untuk mencapai pertumbuhan inklusif. Salah satu pilar dalam pertumbuhan inklusif adalah inklusi keuangan (World Economic Forum, 2017). selengkapnya »
   
C Studi Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas di Indonesia
  Inklusi keuangan merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara. World Bank (2008) mendefinisikan inklusi keuangan sebagai ketiadaan hambatan, baik dalam bentuk harga maupun non-harga, dalam penggunaan layanan keuangan. Oleh karena itu, aksesibilitas sektor keuangan menjadi poin penting untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif. selengkapnya »
   
C Pengembangan Petunjuk Teknis Operasional (PTO) untuk Pelayanan Keuangan kepada Penyandang Disabilitas
  Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa Indonesia menargetkan tingkat inklusi keuangan sebesar 75% di tahun 2019. Data Global Findex tahun 2017 menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan di Indonesia pada tahun 2017 adalah sebesar 48,9%. Dengan demikian, secara rata-rata dibutuhkan peningkatan inklusi keuangan sebesar 13% setiap tahunnya untuk mencapai target tersebut. selengkapnya »
   
C Kajian Kemampuan Permodalan Perbankan Indonesia Dalam Menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
  Upaya peningkatan ketahanan, daya saing, dan efisiensi industri perbankan nasional merupakan hal yang krusial untuk menghadapi dinamika regional dan global. Upaya tersebut dapat dilakukan di antaranya dengan penataan cakupan kegiatan usaha yang disesuaikan dengan kapasitas permodalan bank. Selain itu, sektor perbankan Indonesia juga menghadapi tantangan yang semakin besar di tahun 2016, yaitu pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau penerapan pasar tunggal dalam perekonomian regional ASEAN. selengkapnya »
   
C Toyota - Market Research Kepemilikan Mobil dan Minat Corporate Social Responsibility (CSR)
  Industri otomotif merupakan industri yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Indonesia dalam berbagai aspek, termasuk aspek ekonomi dan sosial. Dalam aspek ekonomi, industri otomotif berperan dalam meningkatkan pendapatan negara berupa pajak. Dalam aspek sosial, industri otomotif meningkatkan proses transfer ilmu dan teknologi pada masyarakat. Penyerapan tenaga kerja dari industri otomotif juga dalam jumlah yang cukup besar. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan industri otomotif rata-rata telah mencapai 6,5 persen (www.gaikindo.or.id). Selain itu, perkembangan jenis dan merek mobil menjadi pendorong bagi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. selengkapnya »
   
C Baseline Data Collection KUBE PKH 2014
  Pada tahun 2007, Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan transfer dana dengan syarat rumah tangga penerima mengakses layanan pendidikan dan kesehatan tertentu. Sebagai pilot project, PKH dilaksanakan di tujuh provinsi. Pada tahun 2014, diharapkan cakupan program ini mencapai 3,2 juta rumah tangga di seluruh provinsi di Indonesia. selengkapnya »
   
C Survei Neraca Rumah Tangga 2013
  Stabilitas sistem keuangan suatu negara tidak hanya dipengaruhi oleh sektor riil dan sektor pemerintah. Stabilitas sistem keuangan suatu negara juga dipengaruhi oleh sektor rumah tangga. Pengaruh sektor rumah tangga dapat berupa masuknya aliran dana ke sektor keuangan maupun berupa permintaan dana berupa kredit. Rumah tangga dalam kondisi neraca yang surplus akan dapat mengalokasikan kelebihan dana yang dimiliki ke dalam berbagai bentuk akumulasi aset, termasuk disimpan dalam bentuk tabungan di lembaga keuangan perbankan. Dalam kondisi defisit, rumah tangga akan mencari sumber pembiayaan, dengan melakukan pinjaman kepada sektor perbankan. selengkapnya »
   
C Survei Neraca Rumah Tangga 2012
  Sektor rumah tangga memiliki peranan yang penting dalam perekonomian serta memiliki pengaruh yang besar terhadap stabilitas sistem keuangan. Pengaruh sektor rumah tangga terhadap sistem keuangan tersebut dapat dilihat dari kualitas aset bank yang berupa kredit kepada rumah tangga. Manajemen kas (cash flow management) dan likuditas rumah tangga yang kurang baik berpotensi menyebabkan kegagalan sektor rumah tangga dalam membiayai pengeluarannya, termasuk dalam memenuhi kewajiban/utang rumah tangga. selengkapnya »
   
C Nomor Indentitas Keuangan 2012
 

Program inklusi keuangan memegang peranan yang penting dalam pengentasan kemiskinan, terutama di negara berkembang. Program inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membantu rumah tangga/perusahaan menurunkan fluktuasi pendapatan mereka (income smooting), memperluas peluang investasi, dan melindungi rumah tangga dari terjadinya guncangan (shocks) dan kejadian yang tak terduga. selengkapnya »

   
C Evaluasi Penyediaan Produk TabunganKu bagi Nasabah TabunganKu dan Nasabah Potensial
  Menurut Survei Neraca Rumah Tangga yang dilakukan oleh Bank Indonesia di 10 provinsi di Indonesia pada tahun 2010, hanya terdapat sekitar 34,72% rumah tangga di Indonesia yang memiliki tabungan di lembaga perbankan. Secara khusus, rumah tangga dengan tingkat pendapatan rendah yang memiliki tabungan di perbankan hanya sebesar 12,19%. selengkapnya »
   
C Survei Neraca Rumah Tangga 2011
 

Survei Neraca Rumah Tangga (SNRT) 2011 dilaksanakan sebagai salah satu langkah pengawasan Bank Indonesia terhadap risiko-risiko di tingkat rumah tangga yang dapat berpengaruh pada stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Pengalaman beberapa negara menunjukkan bahwa risiko dan melemahnya sektor rumah tangga dapat mengancam ketahanan finansial suatu negara secara keseluruhan. selengkapnya »

   
 

Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami | Beranda | Tentang DEFINIT | Layanan Kami | Partner | Data & Dashboard
Video | Publikasi | Karir | Pelatihan | Penelitian | Konsultansi


Copyright DEFINIT, All Rights Reserved