Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami


Survei Neraca Rumah Tangga 2012


Sektor rumah tangga memiliki peranan yang penting dalam perekonomian serta memiliki pengaruh yang besar terhadap stabilitas sistem keuangan. Pengaruh sektor rumah tangga terhadap sistem keuangan tersebut dapat dilihat dari kualitas aset bank yang berupa kredit kepada rumah tangga. Selain itu, manajemen kas (cash flow management) dan likuiditas rumah tangga yang kurang baik berpotensi menyebabkan kegagalan sektor rumah tangga dalam membiayai pengeluaran, termasuk dalam memenuhi kewajiban/utang rumah tangga.

Oleh karena itu, analisis dan pengawasan yang lebih reguler dan intensif mengenai perkembangan keuangan sektor rumah tangga menjadi penting untuk dilakukan. Hal ini akan bermanfaat bagi otoritas keuangan seperti Bank Indonesia dalam merumuskan strategi-strategi pencegahan krisis sekaligus memformulasikan kebijakan untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi rumah tangga Indonesia, termasuk dalam meningkatkan tingkat inklusi keuangan rumah tangga Indonesia. Selain itu, analisis keuangan sektor rumah tangga ini akan menunjang pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan jangka panjang yang berkesinambungan.



Survei Neraca Rumah Tangga (SNRT) merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam upaya analisis dan pengawasan intensif mengenai perkembangan keuangan sektor rumah tangga. SNRT merupakan program tahunan Bank Indonesia. SNRT 2012 merupakan kelanjutan dari SNRT tahun 2011, 2010, dan 2009 dengan mengacu pada daftar calon responden 2011, 2010, dan 2009 sebagai dasar pengambilan sampel. SNRT tahun 2012 juga mengacu kepada desain dan konsep akuntansi yang telah diterapkan dalam SNRT tahun 2010 dan 2011.


Sebagai lembaga penelitian, konsultansi, dan pelatihan yang mempunyai kualitas par excellence, Bank Indonesia memberikan kepercayaan dan menunjuk PT. DEFINIT sebagai konsultan SNRT 2012. SNRT 2012 telah dilaksanakan di sepuluh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Bali dengan total responden berjumlah 4.114 rumah tangga.
Pada pelaksanaan SNRT 2012 ini, telah dilakukan beberapa perbaikan pad konsep akuntansi yang digunakan. Pada umumnya, laporan keuangan disusun dengan menggunakan accrual basis, kecuali untuk laporan arus kas. Laporan keuangan hasil SNRT 2012 disusun menggunakan gabungan dari prinsip cash basis dengan accrual basis, atau dapat disebut dengan modified cash basis (basis kas modifikasian). Item-item pada Neraca disusun dengan menggunakan accrual basis, sedangkan item-item pada Laporan Laba/Rugi dan Laporan Arus Kas disusun dengan menggunakan cash basis.
Tidak terdapat perbedaan jumlah responden dengan SNRT 2011, jumlah rumah tangga yang disurvei dalam SNRT 2012 berjumlah sebanyak 4.114 rumah tangga. Pelaksanaan survei di 10 provinsi tersebut akan dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2012. Walaupun secara jumlah provinsi dan jumlah responden tidak mengalami perubahan, survai SNRT 2012 mengalami perubahan yang signifikan dalam hal metode wawancara.

Publikasi Media Terkait Survei Neraca Rumah Tangga 2012



  bisniskeuangan.kompas.com


  www.bisnis.com


  www.investor.co.id


  www.jogja.antaranews.com


  economy.okezone.com


  id.berita.yahoo.com


  eportofolio.com


Berbeda dengan pelaksanaan survei sebelumnya, pelaksanaan SNRT 2012 dilakukan dengan menggunakan kuesioner digital. Dalam survai ini enumerator/surveyor dalam melakukan wawancara tidak dilengkapi kuesioner fisik, namun menggunakan laptop yang sebelumnya telah terinstal aplikasi survai SNRT 2012. Survei dengan menggunakan kuesioner digital ini merupakan metodologi survei yang relatif baru diperkenalkan di Indonesia.


Bank Indonesia secara khusus membangun sebuah program aplikasi survai yang diharapkan agar dapat mempercepat dan memperluas cakupan SNRT 2012. Terdapat beberapa manfaat pelaksanaan survai dengan menggunakan kuesioner digital, antara lain:

1. Mempermudah proses perhitungan dan verifikasi selama proses wawancara berlangsung. Enumerator tidak akan melakukan proses perhitungan yang kompleks dengan menggunakan kalkulator. Untuk membantu proses perhitungan, maka laptop enumerator dilengkapi dengan numeric keypad.
2. Proses perhitungan dengan menggunakan kuesioner digital mempunyai keakuratan 100%, sementara wawancara yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner fisik dapat menghasilkan kesalahan perhitungan hasil akhir.
3. Memudahkan Bank Indonesia dalam membangun expert system yang dapat membantu enumerator menghubungkan satu informasi dengan informasi lainnya sehingga memperlancar proses wawancara serta mencegah terjadinya pengulangan pertanyaan yang mungkin membosankan tidak hanya bagi enumerator namun juga responden sendiri.
4. Dalam kuesioner digital telah memasukkan proses verifikasi yang memungkinkan untuk dilakukannya pengecekan apabila dalam proses wawancara terjadi ketidaklengkapan atau adanya informasi yang hilang. Dengan kuesioner digital juga dapat dilakukan pengecekan kekonsistenan informasi yang diberikan oleh responden. 
5.

Kuesioner digital lebih ramah terhadap lingkungan (environmentally-friendly) karena akan mengurangi penggunaan dokumen kertas. Sebagian besar proses dokumentasi dilakukan secara digital yang memungkinkan data tersimpan secara langsung dalam database khusus.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai lembaga penelitian, konsultansi, dan pelatihan yang mempunyai kualitas par excellence, Bank Indonesia memberikan kepercayaan dan menunjuk PT. DEFINIT (DEFINIT) sebagai konsultan SNRT 2012, meliputi pekerjaan penyusunan kuesioner, pelatihan, dan evaluasi hasil SNRT 2012.

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 1.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 2.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 3.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 4.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 5.jpg

  • <
  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 6.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 7.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 8.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 9.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 10.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 11.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 12.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 13.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 14.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 15.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 16.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 17.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 18.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 19.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 20.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 21.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 22.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/seminar7Juni12-23.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 24.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 25.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 26.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 27.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 28.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/seminar7Juni12-29.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 30.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 31.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 32.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 33.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 34.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 35.jpg

  • Download

    photo_HH_2012/BI_HH_Sept_2012_large - 36.jpg

Terbaru | Peta Situs | Hubungi Kami | Beranda | Tentang DEFINIT | Layanan Kami | Partner | Dashboard & Data
Video | Publikasi | Karir | Pelatihan | Penelitian | Konsultansi


Copyright DEFINIT, All Rights Reserved